6 Dampak Buruk Makan Mie Instan Bagi Kesehatan Anak. Satu di Antaranya Bikin Mereka Kekurangan Gizi Seperti yang Terjadi di 3 Negara di Asia Tenggara Ini!

Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, mie instan udah jadi makanan yang umum dikonsumsi oleh anak-anak. Tapi, tahu kah kamu bahwa hal itu ternyata memicu masalah kekurangan gizi pada jutaan anak, sehingga membuat banyak dari mereka mengalami obesitas atau sebaliknya, terlalu kurus. UNICEF melaporkan, ada tiga negara di Asia Tenggara yang punya kebiasaan tersebut, yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina. Di ketiga negara itu, 40% balita mengalami kekurangan gizi. Jumlahnya bahkan lebih tinggi dari rata-rata global. Selain kurang gizi, apa saja dampak buruk makan mie instan bagi kesehatan anak?

Anak-anak di Asia Tenggara Mengalami Masalah Kurang Gizi Akibat Konsumsi Mie Instan

Ada beberapa penyebab kenapa hampir setengah populasi balita di tiga negara di Asia Tenggara alami kekurangan gizi. Salah satunya adalah gaya hidup. Konsumsi makanan yang tinggi nutrisi, seperti buah, sayur, ikan, daging dan susu memudar sejak penduduk desa pindah ke kota untuk mencari pekerjaan.

Penyebab lainnya, yaitu masalah ekonomi yang mendorong seseorang memiliki kebiasaan tersebut. Pakar kesehatan masyarakat asal Malaysia, T. Jayabalan menyebutkan bahwa keluarga dengan penghasilan rendah menjadikan mie instan, ubi jalar serta produk berbahan kedelai sebagai makanan pokok.

Selain itu, kurangnya perhatian dari orang tua tentang gizi anak juga bisa menjadi pemicunya. Kebanyakan orang tua hanya memikirkan bagaimana supaya anak kenyang, tidak peduli mereka telah mendapatkan asupan gizi yang cukup atau belum.

Makanya, intervensi pemerintah, terkait promosi dan distribusi besar-besaran oleh produsen dianggap perlu untuk menangani masalah itu.

Dampak Negatif Mie Instan Bagi Anak-anak

Mie instan adalah makanan yang paling mudah dijumpai dan ramah di kantong. Makanan ini juga memiliki rasa yang lezat. Tapi, di balik itu, mie instan sangat rendah nutrisi yang sebetulnya penting untuk tubuh, seperti protein, zat besi dan serat. Sehingga, nggak baik bila dikonsumsi secara berlebihan, terutama oleh anak-anak. Sebab, ia bisa menimbulkan efek yang negatif bagi kesehatan, di antaranya:

1. Beresiko Mengalami Sindrom Metabolik

Mie instan memiliki rasa yang lezat dan gurih karena mengandung MSG serta berbagai bumbu penambah cita rasa. Tahu bahaya MSG, kan? Bila dikonsumsi terlalu sering, bisa menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan beragam masalah kesehatan serius, termasuk sindrom metabolik.

Kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh kandungan natrium dan kalori yang cukup tinggi pada mie instan. Kalau konsumsinya nggak dibatasi, dapat menggangu tumbuh kembang mereka.

2. Anak Mendapatkan Gizi Buruk

Perlu kamu tahu, bahwa mie instan terbuat dari tepung giling, yang mana bisa menghilangkan atau cuma menyisakan sedikit nutrisi saja. Hal ini membuat anak kekurangan nutrisi untuk pertumbuhan mereka dan meningkatkan resiko stunting, yaitu ketika anak lebih pendek daripada anak lain seusianya.

Dilansir dari jurnal Nutrition Research and Practice, anak yang kerap mengonsumsi mie instan cenderung kelebihan garam dan lemak. Mereka juga kekurangan gizi yang penting untuk tubuh, seperti protein, zat besi, kalsium, vitamin A serta vitamin C.

3. Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak

Tadi udah disebutin, kan, kalau mie instan tinggi akan kandungan natrium? Nah, senyawa tersebut bisa bikin proses pembakaran kalori jadi sangat lambat. Efeknya sama seperti saat anak mengonsumsi makanan yang hanya mengandung karbohidrat. Sehingga, jika dikonsumsi secara terus menerus, mie instan dapat menyebabkan obesitas pada anak.

Selain itu, mie instan biasanya mengandung banyak lemak, terutama lemak jenuh. Kadar lemak yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah, termasuk kenaikan berat badan serta peningkatan lemak jahat dalam darah.

Bukan hal yang mustahil bila anak-anak memiliki kolesterol tinggi. Kondisi itu bisa sebabkan anak beresiko mengalami gangguan kesehatan yang berhubungan dengan organ jantung. Kelebihan kolesterol membuat aliran darah ke jantung jadi terhambat. Akibatnya, jantung nggak mendapatkan cukup darah yang mengandung oksigen.

4. Anak Rentan Mengalami Hipertensi

Telah disebutkan bahwa mie instan mengandung garam yang cukup tinggi. Kamu bisa memeriksa kadar natrium atau sodium dalam satu porsi mie instan di balik bungkusnya. Kalau jumlahnya udah cukup besar buat orang dewasa, gimana anak-anak? Ingat, konsumsi garam berlebihan berkaitan dengan resiko penyakit hipertensi, loh!

Center for Disease Control and Prevention menyebutkan, 1 dari 6 anak yang berumur 8-17 tahun memiliki tekanan darah tinggi. Meski efeknya nggak segera terlihat, tapi kondisi tersebut bisa menjadi awal kemunculan penyakit jantung dan stroke.

5. Mengalami Sembelit

Dampak buruk makan mie instan bagi kesehatan anak yang berikutnya adalah menyebabkan mereka alami sembelit. Mie instan membuat pencernaan anak jadi nggak normal karena kandungan seratnya sangat rendah. Padahal, usus mereka butuh serat yang cukup untuk membantu proses pencernaan yang lebih cepat. Akibatnya, anak bisa mengalami sembelit parah hingga penyakit usus lainnya.

6. Meningkatkan Resiko Kanker

Zat kimia yang terkandung dalam mie instan jumlahnya sesuai dengan batasan yang normal. Ini ngebuat makanan tersebut nggak boleh dikonsumsi melebihi batas. Apabila menumpuk dalam tubuh bisa mengganggu perkembangan sel dan memicu kanker.

Abaikan soal harganya yang murah dan rasanya yang enak. Mie instan tetap nggak bagus buat kesehatanmu dan anak-anak. Jangan jadi orang tua yang acuh tak acuh terhadap kesehatan anak. Memperhatikan asupan makanan si kecil sangat lah penting agar mereka tidak kekurangan gizi.

Kalau anak tetap ingin makan mie instan, kamu bisa mensiasatinya dengan mengurangi porsi mie yang disajikan dan menambahkan lebih banyak sayuran. Dengan begitu, dampak buruk makan mie instan bagi kesehatan anak bisa dihindari.